Sahabat Sejati


Kembali menyajikan cerita fiksi 'Gelik-Gelik" yang ditulis oleh Saudara Ilham di Pancor, thanks udah diijinkan repost di blog ini.

Kali ini ceritanya tentang Sahabat Sejati yang sama-sama pergi merantau. Bagaimana kira-kira ceritanya? Berikut kutipan cerita tersebut. Enjoy!

Sehabis lebaran kampung pasti sepi. Itulah nang terjadi di daerah hulu pesisir Sambas. Para pemudanya rata merantau. Ada nang ke negeri jiran jadi TKI, ada pula jadi karyawan perusahaan kayu yang di sebut PT.

Tersebutlah kisah dua orang sahabat. Cakuh dan Cik Mat. Mereka berteman dari gek kecil. Pada suatu hari mereka di ajak temannya kerja PT di daerah Pekanbaru. Kerja kupas dan tumpuk kayu akasia. Mereka mengambil uang pinjaman 500.000 rupiah tiap orang, dan bonus uang pengurusan administrasi ke kepala kampung 50.000.

Berangkatlah mereka menaikik kapal Terigas dari Sintete. 3 hari 2 malam mereka di dalam kapal sereta perginya dengan ribuan karyawan lainnya. Sesampainya di Pekanbaru mereka di jemput oleh Bis dibawa menuju kem di perusahan Hutan Tanaman Industri (HTI). Semanjangan jalan yang diliatik cuma kayu akasia yang nantinya untuk dijadikan keretas.

Cakuh dan Cik Mat serta rombongannya kini sudah mula kereja. Mereka mendapat petak dan membuat pondok di sia.

Satu jalur kayu telah habis di tumbang, saatnya membuang dahan nang penuh kerengga dan penyengat daun. Setelah dahan bersih baru dipotong dan dikelupakkan kulit akasianya. Pada saat kelepes-kelepes membuang dahan, Cakuh seperti mengintip, menunduk dan tekelih-kelih.

Cik Mat meliatik Cakuh dari jauh merasa aneh dan bertanya dalam hati: "ada penyengat atau tuku'an kerengga tu, kaatinya lah".

Tiba-tiba Cakuh melambai dan kerauk-kerauk: "Mat!! Situk!!".

"Apa? Kerengga ka?", jawab Cik Mat.

"Bukan, situk lah, ada barang aneh", kata Cakuh lagi.

Cik Mat senyepat menuju ke arah Cakuh melewati tumbangan akasia sang mangkang.

"Apa?", kata Cik Mat lagi.

"Apa tu? Dalam kotak?", kata Cakuh.

Mereka mendekatik benda aneh itu. Kotak hitam memiliki tali kabel panjang. Ditariknya mupuk talinya.

"Wooww gitu.. Panjangnya", kata Cakuh.

Didekatiknya kotak hitam oleh Cik Mat.

"Kamu usah letuk, duduk disia renah-renah", kata Cik Mat.

Seperti gaya penjinak bom Cik Mat membuka kotak itu. Eng... Eng... Eng... Kotak pun terbuka, mereka ngacung kelaing karena takut, tapi tidak ada apa-apa. Ternyata di dalam kotak itu berisi aki buruk bekas alat Jumbo atau Escavator.

"Huhhh!!", mereka sereta menghela nafas dan terkidum.

"Aki buruk gasaknya", Cakuh memulai obrolan.

"Ia wa, kamu tadi takut kenapa? Nyeruik aku nang jauh", tanya Cik Mat.

"Intahnya bom, pun meledak kan sama-sama mati kita", jawab Cakuh.

"Heh, belum aku nak mati, masih belum bebini", Jawab Cik Mat.

"Kita kan sahabat sejati Mat, kalau tadi bom inyan lalu meledak. Aku sorang nang mati, kau tidak. Bukan Sahabat Sejati namanya", jawab Cakuh.

Mereka tertawa bersama dan membawa kotak hitam tadi ke pondok.

Dimana geliknya ya??

0 comments:

Post a Comment